BRMP Ruminansia Kecil Pantau Pelaksanaan Konstruksi Kegiatan Rehabilitasi Sawah
Aceh Timur - Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil (BRMP Ruminansia Kecil) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian di daerah terdampak bencana. Bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, BRMP Ruminansia Kecil melaksanakan kegiatan konstruksi rehabilitasi lahan sawah di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan ini difokuskan pada proses land clearing atau pembersihan lahan sawah yang terdampak bencana alam, tepatnya di Desa Titi Baroeh, Kecamatan Pante Bidari. Upaya ini dilakukan dengan mengangkat timbunan sedimen lumpur serta material lainnya yang menutupi lahan pertanian, sehingga lahan tersebut dapat kembali difungsikan secara optimal.
Rehabilitasi ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat proses tanam kembali di wilayah terdampak. Dengan kondisi lahan yang telah dibersihkan, diharapkan para petani dapat segera melakukan aktivitas budidaya, sehingga produktivitas pertanian dapat pulih dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BRMP Ruminansia Kecil, Muhammad Syawal, S.Pt., M.Si., yang secara langsung meninjau proses pelaksanaan di lapangan. Selain itu, hadir pula unsur TNI melalui Danramil Pante Bidari dan Babinsa setempat yang memberikan dukungan dalam kelancaran kegiatan.
Keterlibatan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pante Bidari bersama para penyuluh pertanian juga menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sinergi lintas sektor antara BRMP Ruminansia Kecil, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta tenaga penyuluh menjadi kunci keberhasilan dalam upaya percepatan rehabilitasi lahan pertanian ini. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik lahan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Timur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahan-lahan sawah yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan akibat dampak bencana dapat kembali produktif dalam waktu yang lebih cepat, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional.